ok On The Night Like this by MOCCA jadi playlist yang paling di repeat
aku mendengar suara jangkrik ,, krik krik krik..
seperti berterbangan diatas kepala bersama mata ku yang terpejam..
tersenyum sambil ku berceloteh dalam hati untuk segera menulis apa yang ada di dalam sadarku
nampaknya akan sedikit berbeda..
ya .. lagu itu, dan cerita.. namun menenangkan ku sejenak
secangkir susu putih hangat temani aku sambil sedikit menghela nafas ..
tenangnya sampai ke semua sel di tubuhku..
mungkin tidak akan mudah membuat orang mengerti apa yang aku tulis..
semuanya memiliki alur lepas bagai ombak yang menyapu pantai..
tanpa tau dimana dia akan membasahi keringnya butir pasir ..
aku suka kau wahai yang tidak pernah menembus hati..
kau yang berada di tengah lautan bersama plankton serta seisimu..
yang indah dan yang terbuas disana..
kau..
yang tak pernah ingin melangkah ke tepian..
untuk sekedar menikmati sunset dari pesisir..
injak lah pasirnya.. lalu kita menari dan membuat jejak..
begitu halus ku pijaki sehalus pelukmu ..
berterimakasihlah pada tuhan, aku dan wahai kau yang tidak pernah ingin lepas..
kau akan tetap penat jika hanya melihatku berdansa sendiri
bagai penari ballet didalam kotak musik..
senyumu bahkan mengutuk mu untuk tetap menjadi penipu ..
kau mencoba memakai topeng angin
setebal dari perut bumi sampai dimana ku menginjak bumi saat ini..
lihatlah wahai kau yang selalu merasa sendiri..
aku sudah bangun miniatur istana yang cukup jauh dari hembusan angin..yang bisa hantarkan ombakmu untuk menghapus kokohnya..
wahai kau angin kikiskanlah sedikit angkuh nya..
dia terlalu membuatku tak berekspresi..
nada berhenti lalu ku membaca sebuah mantra..
" pum tararampam bum tara parampaa "
ku buka mata..
lalu kulihat bintang akan segera menggantikan indahnya matahari yang akan tenggelam itu..
sebentar saja kemari.. dengan sedikit memaksa..
tak lihatkah jejak ku begitu jelas ?
lihat juga ,, aku pun memakai topeng angin,sama seperti dirimu..namun tak setebal milikmu..
bahkan ku selalu mendekapmu di setiap sudut batas sadarmu..
kemudian..
aku berteriak..aku berteriak..
"gelaplah.. gelaplah ketika ku hampir bisa mengikis topeng mu itu.. ketika ku hampir mengajakmu berdansa bersama gemuruh"
sssttt.. sambil perlahan langkah ku seolah ingin bersembunyi..
ku pasang mata lebar tajam , takut..
sehabisku marah pada alam..
aku sadar.. ada yang mendengar.. yaitu langit yang berwarna gradasi itu..
perlahan menghitam redup dan sungguh ku berkeluh ..
ku letakan telapak tanganku rapat di daun telinga kiri..
suara kicau burung terbang,pulang ke sarang .. mengiri kepergian senja ..
ku menatap langit dengan sinis.. dan komat kamit..
aku harus menunggu sunrise ,, siang ,lalu ku bisa menikmati kembali sunset seperti hari ini..
yang bisa ku sapa seperti tak ada ruang dan batas untuk memandangmu lebih teduh..
cahayanya silau bagaikan permata bertabur di dasarmu..
sejauh dan sedalam apapun bersama hiu disana..
aku tetap melihatmu indah wahai kau alasanku berbicara dengan gelap..
sekali lagi kau akan indah disetiap batas jam yang tuhan ciptakan untuk dunia..
dan esok ku nanti kau di tempat yang sama..
kau bersama lautmu dan aku bersama pantai mu..
dan berjanjilah ,
kau takkan memintaku menambah volume air yang tercipta dari kedua bola mataku untuk laut mu ..
ingatlah,bahwa bola mata ini diciptakan untuk selalu melihat mu wahai kau yang tak dapat ku miliki utuh hatinya..
- dita -
thank you darl .. :)
BalasHapus